SEBUAH SURAT UNTUK NATALIA DAN KENANGAN

Posted: Januari 16, 2012 in undelivered

MEMULAI KEMBALI, BERCERITA

Sekali lagi aku mencoba menulis untukmu; huruf demi huruf, kata demi kata yang terbata kucoba rangkai untukmu. Seperti mentari yang hari ke sehari teralami, meski mendung tak sedikit memburamkan sinarnya; seperti secangkir kopi yang sering menemani senjaku, walau kadang terlalu pahit atau malah terlalu manis, namun yang tetap saja kuteguk.. sembari mengenangmu.

Begitulah sedikit tentang dirimu dalam persepsiku, Natalia. Panjang sudah jalan yang kutempuh bersama kenangan tentangmu. Luka, airmata dan kesedihan sudah menjadi sarapan pagi dan “selamat tidur”ku, namun senyum, tawa dan kebahagiaan kita dahulu selalu saja berhasil menenangkan. Hingga di detik ini aku masih berdiri di atas kakiku sendiri. Tak terapung, apalagi tenggelam. Pengalaman-pengalaman bersamamu membuatku mengerti apa itu arti hidup (setidaknya dalam definisiku), bahwa hidup itu mengalami dan mengakhiri sebelum sesuatu kita mulai kembali.

Gimana kabarmu kini, Nat? Sudah setengah tahun lebih sejak pernikahanmu, kita tak lagi saling menyapa -lebih tepatnya aku yang sudah tak bisa menghubungimu lagi. Nomor hape kamu diganti, ya? Aku mengerti, begitulah kesepakatannya. Maaf, aku bukan karna masih mengharapkanmu sampai ingin menyapa; cinta bagiku masihlah misteri. Kau adalah album foto yang entah berapa kali sudah aku membukanya, yang terus menerus menjadi kompas saat aku tersesat dalam “petualangan misteri”ku.

Aku cuma ingin mendengar ceritamu, mendengar sendiri dengan telingaku kata “aku bahagia” terlontar jujur dari bibirmu. Aku berlebihan, ya? Sekali lagi maaf, aku begini bukan karna masih sangat menginginkanmu. Cinta bagiku masihlah misteri. Aku hanya tak ingin lukisan indah dirimu berubah oleh perjalanan waktu yang menyesatkan dan tak mengizinkanmu kembali pada kebenaran hatimu. Aku tak ingin kau kian saru dari pandanganku karna keliaranmu.

Pulanglah, Nat.. pulanglah pada kesejatianmu. Cinta telah kau temukan untuk berbagi, bukan untuk terbagi; cinta telah kau dekap untuk menghangatkanmu bukan untuk menggerahkan. Berjuanglah dengan hati, demi yang kau yakini adalah cinta sejati; rasa yang akan selamanya menaungi diri, yang kadang melepaskan tanganmu namun yang sebenarnya akan segera merangkul pinggangmu; yang kadang tak sekata namun yang akan tetap sehati.

Kuharap kau baik-baik saja menjalani hidup. Biarkan aku yang terus bercerita tentangmu, tentang wangi parfum sweetseventy, dan senja berlutut. Biarkan kamu tetap di sana, di dasar kenangan yang akan selalu masuk aku ke dalamnya, menemuimu.. menemui sejarah yang mengilhamiku, dan mendengar bisikkan yang akan terus membangunkanku..

bercerita..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s